<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lutfiajip's Blog</title>
	<atom:link href="http://lutfiajip.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutfiajip.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Mar 2009 02:22:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lutfiajip.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lutfiajip's Blog</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lutfiajip.wordpress.com/osd.xml" title="Lutfiajip&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lutfiajip.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pendidikan</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/pendidikan/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 02:20:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Berbasis Kewirausahaan di Kabupaten Boyolali MAKALAH INI DISAMPAIKAN PADA SEMINAR NASIONAL UNIVERSITAS BOYOLALI TANGGAL 5 JULI 2008 DI UNIVERSITAS BOYOLALI OLEH : Guritno (ANGGOTA DPRD Kabupaten Boyolali) Melimpahnya sumberdaya manusia (SDM) dan sumberdaya alam (SDA) bangsa Indonesia seharusnya menjadi keunggulan bangsa, namun saat ini bangsa Indonesia justru mengalami permasalahan yang pelik berkaitan dengan pengelolaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=75&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan Berbasis Kewirausahaan di Kabupaten Boyolali<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-76" title="byo" src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/byo.jpg?w=390" alt="byo"   /><br />
MAKALAH INI DISAMPAIKAN PADA SEMINAR NASIONAL <a href="http://suaramerdeka.com">UNIVERSITAS</a> BOYOLALI</p>
<p>TANGGAL 5 JULI 2008 DI UNIVERSITAS BOYOLALI</p>
<p>OLEH : Guritno (ANGGOTA DPRD Kabupaten Boyolali)</p>
<p>Melimpahnya sumberdaya manusia (SDM) dan sumberdaya alam (SDA) bangsa Indonesia seharusnya menjadi keunggulan bangsa, namun saat ini bangsa Indonesia justru mengalami permasalahan yang pelik berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya tersebut<code><span id="more-75"></span>. Pemerintah pusat maupun daerah dihadapkan pada permasalahan pengelolaan SDM antara lain dengan adanya jumlah pengangguran yang tinggi dan lapangan kerja yang terbatas, disisi lain masih banyak sumber alam bangsa yang belum terkelola dengan optimal. Keadaan ekonomi bangsa yang semakin memburuk sejak krisis moneter tahun 1998 dan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia semakin memperparah kondisi perekonomian rakyat Indonesia. Pendapatan perkapita yang sebelumnya mencapai diatas US$1.000 merosot menjadi US$300 sehingga Indonesia kembali menjadi negara miskin. Pengangguran yang pada tahun 1997 hanya 4,7% naik menjadi 5,4% tahun <a href="http://google.com">1998.</p>
<p>Permasalahan kompleks bangsa ini terutama berkaitan dengan masalah pengangguran tentunya terjadi karena beberapa faktor yang perlu dibenahi, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Peran pemerintah daerah dalam usaha meminimalisir permasalahan pengangguran menjadi sangat penting. Pemerintah daerah saat ini seharusnya menjadi ujung tombak pelaku mengembangan SDM dan pengelolaan potensi daerah sebagai salah satu usaha penanggulangan masalah pengangguran. Hal ini dikarenakan secara demografis pemerintah daerah merupakan aparat yang paling dekat dengan rakyat dan secara geografis paling mengenal sumber alam dan potensi daerah untuk dikelola dengan optimal.</p>
<p>Demikian pula Pemerintahan Daerah Kabupaten Boyolali memiliki salah satu peran penting bagi peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia dan alam Boyolali. Kabupaten Boyolali memiliki sumberdaya manusia dan alam yang tidak kalah dengan daerah-daerah yang lain, sehingga peluang pengembangan sumber daya manusia dan alampun sama dengan daerah yang lain. Pengelolaan sumberdaya alam daerah yang bijaksana diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi sebagian masyarakat kabupaten Boyolali, salah satu caranya yaitu dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Pendidikan berbasis kewirausahaan merupakan pendidikan yang diperlukan di Kabupaten Boyolali sebagai usaha pengambangan SDM dan SDA Kabupaten Boyolali. Dengan tumbuhnya jiwa kewirausahaan memungkinkan munculnya para wirausahawan yang dapat menjadi sumber pencipta lapangan pekerjaan dan menciptakan angin segar di Kabupaten Boyolali.</p>
<p>Bicara pendidikan tentunya akan berkaitan dengan pendidikan formal maupun informal. Dalam pendidikan formal peran sekolah menengah dan pendidikan tinggi di Universitas sangat strategis dalam usaha menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga lulusan universitas mampu mencipta lapangan kerja sendiri dan terlepas dari ketergantungan sebagai pencari kerja.</p>
<p>Jika kita tilik Data BPS (tahun 1998) menunjukkan bahwa hanya 4% lulusan mahasiswa yang langsung terjun sebagai wirausahawan dan tahun 2001 hanya naik menjadi 6 %, maka kita perlu meninjau kembali mengapa ini bisa terjadi. Mengapa intensi (kecenderungan) membuka usaha sendiri tidak dilakukan oleh mahasiswa? Hasil penelitian tentang intensi menjadi wirausaha pada mahasiswa dalam konteks Indonesia oleh Riyanti,P.B (2008) menunjukkan bahwa intensi mahasiswa batak menjadi wirausaha yaitu sebesar 65%; intensi mahasiswa suku Bali menjadi wirausaha dari 105 responden penelitian 39,5% menyatakan ingin menjadi wirausahawan dan 35% sangat ingin menjadi wirausaha; intensi mahasiswa etnik Tionghoa dari 105 responden menyatakan 33,66% ingin menjadi wirausaha dan 13,86% sangat ingin menjadi wirausaha; intensi mahasiswa suku jawa dari 194 responden penelitian 30,4% menyatakan ingin menjadi wirausaha dan 22% menyatakan sangat ingin menjadi wirausaha. Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa yang menjadi persoalan adalah bukan pada berintensi atau tidaknya mahasiswa menjadi wirausahawan tetapi ada factor lain mengapa berwirausaha bukan menjadi pilihan bagi lulusan Sarjana. Penelitian lain yang dilakukan Riyanti PB tahun 2007 menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki tingkat risk taking (keberanian mengambil resiko) yang moderat dan self efficacy (keyakinan akan dirinya memiliki kemampuam atau yakin dirinya mampu melakukan tugas karena kemampuannya, dikaitkan dengan kewirausahaan maka dengan keyakinan bahwa saya mampu maka segala tantangan di bidang kewirausahaan saya yakin mampu untuk menghadapinya) yang moderat pula, padahal seseorang perlu memiliki tingkat risk taking yang tinggi dan self efficacy yang kuat agar mampu dan terjun dalam dunia usaha (dalam Riyanti PB, 2008).</p>
<p>Selain data diatas, rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia kemungkinan besar terkait pula dengan sikap mental yang ada pada masyarakat Indonesia. Ciri manusia Indonesia yang kurang mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan di Indonesia menurut Koentjaraningrat dan Muchtar Lubis yaitu tidak achievement oriented (berorientasi meraih prestasi atau hasil terbaik) tetapi status oriented, menggantungkan diri pada nasib, konformis dan berorientasi pada atasan, tidak percaya pada diri sendiri, tidak berdisiplin, suka mengabaikan tanggungjawab, kurang ulet, kurang inovatif, kurang waspada atau gampang merasa aman, boros, dsb. Hal ini didukung oleh Hofstede yang mengidentifikasi empat ciri menonjol pada budaya Asia (termasuk Indonesia) yang menghambat perilaku berwirausaha yang inovatif, yaitu 1). Budaya Power Distance (jarak kekuasaan) yang tinggi di Indonesia menyebabkan distribusi kekuasaan yang tak seimbang dalam institusi dan organisasi. Budaya ini paling jelas nampak dalam wujud “Bapakisme” atau orientasi keatas. Jarak ini menghambat penyampaian ide kreatif dari atasan ke bawahan ataupun sebaliknya; 2). Budaya Uncertaintly Avoidance mengakibatkan orang tidak mau mengambil resiko, padahal keberanian mengambi resiko ini merupakan salah satu ciri penting wirausaha yang berhasil; 3). Kuatnya budaya kolektifisme di Indonesia mengakibatkan masarakat Indonesia memiliki kecenderungan sikap kompromistis sehingga munculnya gagasan-gagasan baru menjadi terhambat. Hal ini bertolak belakang dengan sifat wirausaha sebagai seorang inovator, memiliki self confidence (kepercayaan diri) tinggi dan locus of control internal (control diri yang berasal dari dalam diri-tidak mudah terpengaruh situasi lingkungan karena kontrol dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah ada dalam diri orang yang bersangkutan, diriku yang menentukan bukan orang lain); 4). Warna budaya Feminity di Indonesia yang mementingkan interaksi sosial yang harmoni cenderung menghambat memaksimalkan kesempatan (karena budaya pekewuh) dan sikap asertif (mirip dengan sikap tegas, bisa mengatakan apa yang seharusnya dikatakan sesuai konteks dan kondisi yang ada, misalnya bisa berkata tidak jika harus berkata tidak) yang penting bagi keberhasilan wirausaha menjadi kurang tumbuh (Hostede, 1991).</p>
<p>Terlepas dari analisa budaya mengenai sikap mental berwirausaha yang cenderung kurang mendukung diatas, bagaimanapun kewirausahaan merupakan suatu konsep multidisiplin (sinergi dan integrasi dari berbagai ilmu dan bidang) yang dapat dipelajari. Kewirausahaan adalah praktek kerja yang dapat dipelajari dan dikuasai secara sistematis dan terencana. Hal ini penting pula ditumbuhkan sifat-sifat unggul enterpreneur bersamaan dengan etika bisnis yang tepat sehingga dapat mendobrak sikap mental dan budaya yang tidak mendukung berwirausaha. Pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di Kabupaten Boyolali tentunya dapat mengakomodasi hal ini. Potensi dan keunggulan masyarakat dan alam di Kabupaten Boyolali sangat memungkinkan pendidikan berbasis kewirausahaan dilaksanakan di kota ini. Pendidikan kewirausahaan jangan lagi sebagai wacana di Kabupaten Boyolali tetapi sudah saatnya untuk dimulai. Mata pelajaran maupun matakuliah kewirausahaan atau hal yang berkaitan dengan kewirausahaan perlu mulai dimasukkan dalam kurikulum. Penelitian Brenner, dkk menunjukkan bahwa keinginan untuk memiliki karier wirausaha beriringan dengan meningkatnya jumlah universitas yang telah menambah program pengajaran kewirausahaan dalam kurikulumnya (dalam Riyanti BP, 2008). Kurikulum sebagai pengalaman dan seluruh aktivitas siswa, maka untuk ini kurikulum tidak hanya sebagai program tertulis saja tetapi merupakan semua proses pembelajaran yang dilakukan siswa di sekolah maupun di luar sekolah (Sanjaya, 2005).</p>
<p>Penting untuk dimulainya pengenalan dunia kewirausahaan dengan membekali siswa atau mahasiswa dengan kompetensi komprehensif seputar kewirausahaan, baik kompetensi yang bersifat knowledge and understanding (pengetahuan &amp; pemahaman), ketrampilan (practical &amp; managerial skills = ketrampilan praktis dan managerial), attitude (membentuk sikap tertentu), value (ada penanaman nilai) dan interest (membangun dan menumbuhkan minat) (Sanjaya W, 2005). Pendidikan kewirausahaan bagi siswa dan mahasiswa di Kabupaten Boyolali diharapkan akan dapat menjadi pendorong munculnya perilaku membuka usaha. Dengan transfer of kwoledge (tranfer atau pengalihan ilmu pengetahuan) kewirausahaan di sekolah menegah dan tinggi di Kabupaten Boyolali maka beragam informasi mengenai kewirausahaan akan diperoleh. Metode experiential learning (belajar dengan mengalami berarti dalam hal ini dipraktekkan, dikaitkan dengan pendidikan kewirausahaan maka ada aktivitas misalnya pembuatan bisnis plan atau perencanaan kewirausahaan, dari penentuan jenis usaha dan inovasinya, manajemen yang akan dibangun sampai dengan strategi yang akan dilakukan, perhitungan keuangan dan marketing yang akan dijalankan) yaitu belajar sambil mengalami dapat digunakan sebagai alternative metode bagi pembelajaran kewirausahaan di Kabupaten Boyolali. Dengan didukung munculnya figur-figur yang dapat menjadi role model (peran dari seseorang yang dijadikan model) wirausaha berhasil di Boyolali diharapkan akan menguatkan tumbuhnya rasa percaya diri dan motivasi untuk berwirausaha. Informasi-informasi dari lingkungan dapat mempengaruhi kognisi seseorang sehingga mengembangkan beliefs (keyakinan atau kepercayaan tetapi bukan mengacu pada agama atau religi) dan ekspektasi (harapan) seseorang sehingga mendorong munculnya sikap positif terhadap kewirausahaan di Boyolali. Selain itu pandangan dan mindset (cara berpikir-cara pandang-paradigma) yang salah mengenai kewirausahaan dapat diluruskan atau dibenahi.</p>
<p>Kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler dipendidikan menengah dan tinggi serta pendidikan infomal yang ada di Boyolali dapat diarahkan dalam usaha pembangunan sifat-sifat yang dibutuhkan wirausaha yaitu antara lain 1). Percaya diri (terdiri sifat yakin, mandiri, optimisme, kepemimpinan dan dinamis); 2), Originalitas (terdiri sifat inovatif, kreatif, mampu mengatasi masalah baru, inisiatif, mampu mengerjakan banyak hal dengan baik, dan memiliki pengetahuan); 3). Berorientasi manusia (terdiri suka bergaul, fleksibel, responsif terhadap saran); 4). Berorientasi hasil kerja (terdiri sifat ingin berprestasi, teguh, tekun, kerja keras, penuh semangat dan penuh enerji); 5). Berorientasi masa depan (terdiri sifat pandangan kedepan dan ketajaman persepsi); 6). Berani ambil resiko (terdiri sifat berani ambil resiko, mau keluar dari zona kenyamanan dan suka tantangan). Dengan demikian diharapkan ciri manusia Indonesia yang kurang mendukung jiwa kewirausahaan akan terdobrak dan kewirausahaan akan tumbuh subur di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Boyolali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=75&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/byo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">byo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/gunung/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 01:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/gunung/</guid>
		<description><![CDATA[PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa yang bermarkas di New York, menetapkan tahun 2002 sebagai tahun “Ekowisata, Gunung Berapi Internasional, dan Warisan Budaya”. Tema utama yang diusung itu terasa tepat di tengah maraknya kerusakan lingkungan, yang berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Di Indonesia, Presiden Megawati meresponnya dengan Pencanangan Tahun Ekowisata 2002, yang peresmiannya dilaksanakan di Puncak Selo, Kabupaten Boyolali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=72&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa yang bermarkas di New York, menetapkan tahun 2002 sebagai tahun “Ekowisata, Gunung Berapi Internasional, dan Warisan Budaya”. Tema utama yang diusung itu terasa tepat di tengah maraknya kerusakan lingkungan, yang berakibat buruk bagi kehidupan manusia.<code><span id="more-72"></span><br />
<img class="alignleft" title="gunung rinjani" src="http://www.ponty.dk/rinja01a.jpg" alt="" width="885" height="582" /><br />
Di Indonesia, Presiden Megawati meresponnya dengan Pencanangan Tahun Ekowisata 2002, yang peresmiannya dilaksanakan di Puncak Selo, Kabupaten Boyolali, tepatnya di celah Gunung Merapi-Merbabu. Gerakan nasional ini mencerminkan kepedulian dunia pariwisata terhadap kelestarian lingkungan.</p>
<p>Secara sederhana, ecotourism atau sering disebut ekowisata merupakan sebuah produk pariwisata yang memanfaatkan aset alam dan lingkungan secara arif dan bijaksana. Sehingga kekayaan serta keanekaragaman hayati bisa lestari dan serasi dengan komunitas manusia di sekelilingnya.</p>
<p>Keputusan pemerintah untuk menggalakkan ekowisata di Indonesia adalah sebuah langkah tepat. Hal ini didasari kenyataan bahwa basis kekuatan pariwisata Indonesia sebenarnya terletak pada anugerah kekayaan alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Dengan memiliki 129 gunung berapi atau 13% gunung api di dunia, prospek pengembangan ekowisata di Indonesia bisa dibilang cerah. Sayangnya, hanya sedikit kawasan gunung berapi yang dikelola secara ekowisata yang menghasilkan devisa negara. Selebihnya terbengkalai dan rusak parah akibat kesalahan pengelolaan dan penebangan liar.</p>
<p>Salah satu gunung berapi di Indonesia yang terkenal ke seantero dunia adalah Rinjani. Setiap tahun, tercatat ribuan wisatawan asing dan domestik mendaki gunung berketinggian 3.726 m dpl (dari permukaan laut) ini. Tak pelak lagi, Gunung Rinjani menjadi incaran pencinta petualangan alam bebas.</p>
<p>Terletak di sebelah utara tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia. Ketinggian puncaknya hanya terkalahkan oleh Pegunungan Jayawijaya di tanah Papua dan Gunung Kerinci yang berada di tanah Sumatera.</p>
<p>Ada beberapa jalur pendakian yang sering dipakai untuk mendaki Gunung Rinjani. Namun bagi petualang yang pertama kali berkunjung ke Lombok, disarankan memilih jalur Sembalun Lawang. Pos awal pendakian di jalur ini relatif murah dan mudah dijangkau dengan transportasi umum.</p>
<p>Dari gerbang pelabuhan laut Lembar, perjalanan menuju terminal bus di Kota Mataram. Di terminal tersedia kendaraan elf jurusan Mataram-Aikmel. Sekira 1 jam perjalanan, sampailah di kawasan Aikmel. Di sini, para petualang disambut kendaraan elf yang langsung menuju pos pendakian Sembalun Lawang.</p>
<p>Selama menempuh perjalanan, kita melewati hutan tropis ditambah atraksi monyet liar di pinggiran jalan. Areal perkebunan kol, cabai dan bawang terbentang luas. Selain itu, tersaji pemandangan ngarai hijau mempesona yang dihuni suku Sasak tradisional, suku asli Pulau Lombok.</p>
<p>Setiba di pos pendakian Sembalun Lawang, para pendaki wajib mendaftarkan diri. Sebelum keberangkatan, petugas jagawana memberikan pesan agar menjaga kebersihan dan menghormati adat istiadat penduduk setempat. Tak lupa diterangkan pula lokasi mata air yang tersembunyi.</p>
<p>Bagi yang membutuhkan, tersedia jasa guide (pemandu) atau porter (tenaga angkut), yang dilengkapi penyewaan peralatan serta perbekalan standar pendakian gunung. Pengelolaan jasa wisata yang melibatkan suku Sasak ini, menerapkan tarif berbeda bagi wisatawan asing dan wisatawan lokal.</p>
<p>Medan pendakian</p>
<p>Tantangan awal yang mesti ditempuh adalah padang sabana yang luas dan berbukit-bukit. Karakteristik alam ini memberikan pengalaman baru bagi petualang yang biasa mendaki pegunungan di tanah Jawa. Biasanya pegunungan di Jawa lebih banyak menyuguhkan hutan homogen dan heterogen.</p>
<p>Tanah tandus berdebu disertai iklim yang menyengat membuat stamina cepat terkuras. Hanya di beberapa tempat terhampar rumut ilalang yang lebat sebagai makanan lezat bagi lembu-lembu gembala. Di tempat tertentu terdapat pos khusus yang bisa digunakan berkemah dengan mata air dan wc darurat.</p>
<p>Sehabis padang sabana, medan perjalanan terasa semakin berat. Tanjakan terjal dengan jurang menganga mulai hadir di antara rimbunan hutan heterogen. Gunung Rinjani bisa dikatakan aman dari ancaman binatang buas. Burung, monyet yang bergelantungan dan ayam hutan yang kerap dijumpai di hutan.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam, sampailah di pelawangan (punggungan gunung) Sembalun Lawang. Lokasi yang ditumbuhi cemara gunung (Casuarina junghuniana) ini merupakan pos pendakian terakhir sebelum menuju puncak.</p>
<p>Pelawangan Sembalun Lawang terletak persis di lereng penyangga Danau Segara Anakan. Walhasil, sembari istirahat, pendaki bisa sepuasnya menyaksikan keeksotisan danau raksasa yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani.</p>
<p>Sayangnya cuaca di ketinggian ini sangat mudah berubah. Serangan kabur dingin bisa datang mendadak menggantikan cuaca panas menyengat. Tak jarang angin badai mampu merobek bahkan menerbangkan tenda. Namun, pesona sunrise dan sunset menjadi momen yang tak terlupakan seumur hidup.</p>
<p>Lantas ada dua pilihan: melanjutkan petualangan menuju puncak atau langsung turun ke Danau Segara Anakan. Medan perjalanan menuju puncak berat dan cukup berbahaya. Padang pasir, kawah, dan jurang yang seolah tanpa dasar, akan memaksa berpacunya adrenalin selama 3-5 jam perjalanan.</p>
<p>Sedangkan medan perjalanan menuju Danau Segara Anakan tak kalah menegangkan. Para pendaki harus lincah menuruni lereng cadas dengan kemiringan berkisar 40-80 derajat. Yang patut diperhatikan ialah resiko reruntuhan batuan yang membahayakan jiwa pendaki.</p>
<p>Danau Segara Anakan</p>
<p>Bagi suku Sasak, Danau Segara Anakan dianggap tempat sakral yang harus dijaga kesuciannya. Danau berwarna hijau dan biru itu, digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat Hindu, Islam Wettu Telu (sinkretisme Islam-Hindu) serta kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Maka tak perlu heran, bila mencium asap dupa atau menemukan kembang sesaji di sekitar tepian danau. Selain itu, Suku Sasak sangat menghormati tempat persemayaman Dewi Anjani ini, yang dipercaya sebagai penguasa tertinggi alam gaib Gunung Rinjani ini.</p>
<p>Air danau yang berasa kesat, akibat campuran air tawar dan air belerang ini, diyakini sebagai obat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Percaya atau tidak, nyatanya keadaan ini menyebabkan tumbuhnya kearifan budaya lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari eksploitasi sumber daya alam.</p>
<p>Terlepas dari semua itu, para pendaki akan merasa dimanjakan alam. Untuk melemaskan otot yang tegang, kita bisa berendam air panas seharian di beberapa kolam belerang alami. Walaupun dijadikan tontonan puluhan monyet liar yang bertaring tajam.</p>
<p>Yang paling mengasyikan, tentunya membakar ikan di pinggir danau. Ikan mas, mujair dan harper yang berukuran besar berkembang biak dengan pesat di danau ini. Bila kurang ahli memancing atau sedang apes, kita bisa membeli ikan dari pemancing lokal yang sering muncul di musim liburan.</p>
<p>Di seberang danau terlihat gundukan bukit pasir yang sering mengeluarkan asap putih ke angkasa. Orang-orang menyebutnya sebagai Gunung Baru. Tak banyak keterangan mengenai gunung pasir yang masih aktif tersebut<!--more--><code><!--more--></code></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=72&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/05/gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ponty.dk/rinja01a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung rinjani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/70/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/70/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Potensi Teh di Kabupaten Boyolali Produksi 2006 (Ton) 10.00 Sumber Data: Statistik Perkebunan Indonesia 2006-2008 Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Jakarta 2007 Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550 Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318 Fax 021-7815586 021-7815486 Updated: 10-12-2008 - : not available Lahan yang Sudah Digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=70&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/boyo.png?w=390&h=278" alt="boyo" title="boyo" width="390" height="278" class="aligncenter size-full wp-image-69" />Potensi Teh di Kabupaten Boyolali </p>
<p>Produksi 2006 (Ton) 10.00 </p>
<p>Sumber Data:<br />
Statistik Perkebunan Indonesia 2006-2008<br />
Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Jakarta 2007<br />
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550<br />
Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318<br />
Fax 021-7815586 021-7815486</p>
<p>Updated: 10-12-2008</p>
<p>- : not available</p>
<p>Lahan yang Sudah Digunakan (Ha) 23.00 </p>
<p>Sumber Data:<br />
Statistik Perkebunan Indonesia 2006-2008<br />
Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Jakarta 2007<br />
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps Minggu Jakarta Selatan 12550<br />
Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318<br />
Fax 021-7815586 021-7815486</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=70&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/70/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/boyo.png" medium="image">
			<media:title type="html">boyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/67/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/67/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/67/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=67&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-65" title="copy-of-narziezs-abiezz971" src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/copy-of-narziezs-abiezz971.jpg?w=390&h=520" alt="copy-of-narziezs-abiezz971" width="390" height="520" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=67&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/67/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/03/copy-of-narziezs-abiezz971.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">copy-of-narziezs-abiezz971</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kabupaten Boyolali</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/sejarah-kabupaten-boyolali/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/sejarah-kabupaten-boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 04:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/sejarah-kabupaten-boyolali/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH KABUPATEN BOYOLALI Asal mula nama BOYOLALI menurut cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, nama Boyolali tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan Demak Bintoro maupun Kerajaan Pengging, nama Boyolali belum dikenal. Dalam Menurut legenda nama BOYOLALI berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan Arang (Bupati Semarang pada abad XVI. Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=63&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEJARAH KABUPATEN BOYOLALI<br />
<img class="aligncenter" title="Peta Kab Boyolali" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:AMktodtqRu2x7M:http://www.bakohumas.depkominfo.go.id/images/news/kabbi_s%255B1%255D.jpg" alt="" width="127" height="117" /><br />
Asal mula nama BOYOLALI menurut cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, nama Boyolali<br />
tak disebutkan. Demikian juga pada masa Kerajaan Demak Bintoro maupun Kerajaan<br />
Pengging, nama Boyolali belum dikenal.</p>
<p>Dalam Menurut legenda nama BOYOLALI berhubungan dengan ceritera Ki Ageng Pandan<br />
Arang (Bupati Semarang pada abad XVI. Alkisah, Ki Ageng Pandan Arang yang lebih dikenal<br />
dengan Tumenggung Notoprojo diramalkan oleh Sunan Kalijogo sebagai Wali penutup<span id="more-63"></span><br />
menggantikan Syeh Siti Jenar. Oleh Sunan Kalijogo, Ki Ageng Pandan Arang diutus<br />
untuk menuju ke Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam.<br />
Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui<br />
rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan<br />
anak dan istri ketika berada di sebuah hutan belantara beliau dirampok oleh tiga orang<br />
yang mengira beliau membawa harta benda ternyata dugaan itu keliru maka tempat<br />
inilah sekarang dikenal dengan nama SALATIGA. Perjalanan diteruskan hingga sampailah<br />
disuatu tempat yang banyak pohon bambu kuning atau bambu Ampel dan tempat inilah<br />
sekarang dikenal dengan nama Ampel yang merupakan salah satu kecamatan di Boyolali.</p>
<p>Dalam menempuh perjalanan yang jauh ini, Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan<br />
anak dan istri. Sambil menunggu mereka, Ki Ageng Beristirahat di sebuah Batu<br />
Besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya Ki Ageng Berucap “ BAYA<br />
WIS LALI WONG IKI” yang dalam bahasa Indonesia artinya “Sudah lupakah orang ini”.<br />
Dari kata Baya Wis Lali/ maka jadilah nama BOYOLALI. Batu besar yang berada di<br />
Kali Pepe yang membelah kota Boyolali mungkinkah ini tempat beristirahat Ki Ageng<br />
Pandan Arang. Mungkin tak ada yang bisa menjawab dan sampai sekarang pun belum<br />
pernah ada meneliti tentang keberadaan batu ini.<br />
Demikian juga sebuah batu yang cukup besar yang berada di depan Pasar<br />
Sunggingan Boyolali, konon menurut masyarakat setempat batu ini dulu adalah<br />
tempat untuk beristirahat Nyi Ageng Pandan Arang. Dalam istirahatnya Nyi Ageng<br />
mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu ini dan batu ini menjadi berlekuk-lekuk<br />
mirip sebuah dakon (mainan anak-anak tempo dulu). Karena batu ini mirip dakon,<br />
masyarakat disekitar Pasar Sunggingan menyebutnya mBah Dakon dan hingga<br />
sekarang batu ini dikeramatkan oleh penduduk dan merekapun tak ada yang berani<br />
mengusiknya.&lt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=63&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/03/04/sejarah-kabupaten-boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:AMktodtqRu2x7M:http://www.bakohumas.depkominfo.go.id/images/news/kabbi_s%255B1%255D.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Kab Boyolali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Boyolali</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/boyolali/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 11:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOYOLALI Kota Boyolali terletak atau 27 km sebelah barat Kota Surakarta 110°22’-110°50’ BT, dan 7°36’-7°71’ LS Batas wilayah : Utara Kab.Grobogan dan Semarang, sebelah timur Kab. Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo, sebelah selatan Kab. Klaten, dan DIY , sebelah barat Kab. Magelang, dan Kab. Semarang Administratif, terdiri dari 19 kecamatan dan 263 desa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=57&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOYOLALI<br />
<img src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/boyolali.jpg?w=390" alt="boyolali" title="boyolali"   class="alignleft size-full wp-image-58" /><br />
Kota Boyolali terletak atau 27 km sebelah barat Kota Surakarta <code><span id="more-57"></span>110°22’-110°50’ BT, dan 7°36’-7°71’ LS<br />
<img src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/irung_petrukk-008.jpg?w=390" alt="irung_petrukk-008" title="irung_petrukk-008"   class="aligncenter size-full wp-image-59" /></p>
<p>Batas wilayah : </p>
<p>Utara<a href="www.suaramerdeka.com"> Kab.Grobogan</a> dan Semarang, sebelah timur Kab. <a href="http://google.com">Karanganyar</a>, Sragen, dan Sukoharjo, sebelah selatan Kab. Klaten, dan DIY , sebelah barat Kab. Magelang, dan Kab. Semarang</p>
<p>Administratif, terdiri dari 19 kecamatan dan 263 desa dan 4 kelurahan, penggunaan lahan, seluas 101.510,1 Ha, dimana 79.548,7 Ha merupakan tanah kering </p>
<p>Menyimpan berbagai macam potensi yang siap dikembangkan salah satunya adalah potensi pariwisata.<a href="http://suaramerdeka.com"> Pariwisata Boyolali </a>dibagi menjadi ke dalam 3 (tiga) wisata yaitu : wisata alam pegunungan, wisata tirta dan wisata ziarah. Wisata alam pegunungan di Kabupaten Boyolali menyajikan indahnya panorama Gunung Merapi sebagai gunung teraktif di dunia yang menyimpan segudang misteri yang menjadikan daya tarik tersendiri.</p>
<p>Pengelolaan Pariwisata di Kabupaten Boyolali dibagi menjadi 3 Bagian yaitu :</p>
<p>Wisata Alam Pegunungan</p>
<p>Wisata Tirta</p>
<p>Wisata Ziarah </p>
<p>Diposkan oleh PARIWISATA BOYOLALI di 22:15 0 komentar<br />
Kota Boyolali terletak atau 27 km sebelah barat Kota Surakarta.<br />
Menyimpan berbagai macam potensi yang siap dikembangkan salah satunya adalah potensi pariwisata. Pariwisata Boyolali dibagi menjadi ke dalam 3 (tiga) wisata yaitu : wisata alam pegunungan, wisata tirta dan wisata ziarah. Wisata alam pegunungan di Kabupaten Boyolali menyajikan indahnya panorama Gunung Merapi sebagai gunung teraktif di dunia yang menyimpan segudang misteri yang menjadikan daya tarik tersendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=57&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/boyolali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">boyolali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/irung_petrukk-008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irung_petrukk-008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pariwisata Waduk Kedungombo Boyolali</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/pariwisata-waduk-kedungombo-boyolali/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/pariwisata-waduk-kedungombo-boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 10:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutfiajip.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[WANA WISATA DAN WADUK KEDUNGOMBO Mendengar kata Kedungombo tentunya pikiran orang langsung terarah kepada sebuah waduk yang berukuran raksasa. Pasalnya, waduk ini sempat menggegerkan bahkan mewarnai pentas politik nasional di akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. Bukan itu saja, pihak-pihak asing terutama negara-negara maju mengungkit-ungkit masalah ini hampir di setiap forum internasional. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=52&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WANA WISATA DAN WADUK KEDUNGOMBO<br />
<img src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/kedungombo1.gif?w=390" alt="kedungombo1" title="kedungombo1"   class="alignnone size-full wp-image-53" /><br />
Mendengar kata Kedungombo tentunya pikiran orang langsung terarah kepada sebuah waduk yang berukuran raksasa. <code><span id="more-52"></span>Pasalnya, waduk ini sempat menggegerkan bahkan mewarnai pentas politik nasional di akhir tahun delapan puluhan dan awal tahun sembilan puluhan. Bukan itu saja, pihak-pihak asing terutama negara-negara maju mengungkit-ungkit masalah ini hampir di setiap forum internasional. Peristiwa penggusuran 37 desa yang terkena pembangunan waduk di klaim telah melanggar hak asasi manusia. Mereka hanya melihat sisi negatifnya padahal sesungguhnya ada dampak positif yang lebih besar. Kesejahteraan masyarakat sudah pasti meningkat. Tidak hanya 37 desa melainkan ratusan desa dapat memanfaatkan sumber daya waduk ini untuk kebutuhan mereka di berbagai sektor. </p>
<p>Waduk Kedungombo berlokasi pada pertemuan tiga kabupaten yakni Boyolali, Sragen dan Grobogan. Luas areal seluruhnya 5.898 hektar dengan genangan 46 km2 dan volume air sebesar 731.000.000 m2. Panjang bendungan utamanya 1,6 Km, lebar bagian atas dan bawah masing-masing 12 meter dan 362 meter. Tinggi elevasi puncak 96 meter dan tinggi di atas pondasi terendah 66 meter. Badan bendung terdiri dari urugan batu, elay dan tanah khusus dari Juangi yang kedap air, seluruhnya berjumlah 7.000.000 m2. Awalnya dibangun khusus untuk mengendalikan banjir daerah serang bawah, yaitu Welahan Bum, Kedung Semat, Lembah Juana dan Glapan Sedadi yang disebabkan oleh air sungai Serang. Akan tetapi dengan berfungsinya Kedungombo, sekarang airnya dapat mengiri sawah sekitar 60.000 hektar. Di samping itu, air waduk digunakan juga sebagai pembangkit listrik (PLTA) dan sumber air minum yang dikelola PDAM. </p>
<p>Sebagai obyek wisata, kawasan ini menawarkan sejuta pesona keindahan alamnya yang khas. Ketika masih dalam perjalanan dari Boyolali menuju obyek lain, kita sudah terhanyut dalam kesejukan alami, kesejukan alam lingkungan tempo dulu yang didambakan segenap manusia masa kini terutama masyarakat kota yang selalu dihantui ketegangan, kejenuhan, kebosanan oleh beban dan rutinitas kehidupan kota. Kendatipun jarak yang ditempuh dari Boyolali ke Kedungombo cukup jauh yakni sekitar 40 Km, namun suasana terik matahari yang menyengat tidak terasa. Sepanjang perjalanan, di kanan kiri jalan ada hutan jati dan sedikit mahoni yang selalu siap memberi keteduhan dan memancarkan oksigen (O2) segar.</p>
<p>Begitu memasuki kawasan wisata utama, para wisatawan akan merasa seolah dibawa kepada alam kehidupan lain. Dari pintu gerbang memandang ke timur tampak hutan wisata dengan latar belakang air Waduk Kedung Ombo. Perpaduan antara nuansa alami dengan panorama buatan hasil kreasi manusia sangat menakjubkan. Di sinilah misteri kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan Sang Pecipta Alam Semesta sungguh terjelma dan tampak nyata untuk mengisi "kehausan jiwa" para wisatawan. Suatu pemandangan unik bagaikan langit dan bumi bertemu menyatu dalam satu pesona yang tersalur-terwujud melalui akal budi manusia. </p>
<p>Wana wisata Kedungombo yang merupakan primadona di kawasan ini begitu menawan. Obyek yang terletak di Desa Ngeboran Kecamatan Kemusu ini barangkali dibuka dengan harapan agar wisatawan yang datang untuk menyaksikan dari dekat Waduk Kedungombo merasa aman, nayaman dan betah. Pepohonan jati dan mahoni yang tertata rapi menawarkan suatu kenikmatan tersendiri. Dan sebagai daya tarik bagi wisatawan, di dalam hutan wisata tersebut dilengkapi dengan tempat duduk dan tempat peristirahatan, tempat informasi, sarana bermain, pemancingan, gardu pemandangan atau shelter, sarana air bersih, dan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Tempat parkir kendaraan bermotor roda dua dan roda empat persis di tepi waduk atau di depan tempat peristirahatan. Satu hal yang menarik juga bahwa di dalam lokasi wana wisata disediakan tempat khusus untuk wisatawan yang hendak berkemah. </p>
<p>kembali keatas</p>
<p>PEMANDIAN UMBUL PENGGING</p>
<p>Dari Boyolali menyusuri jalan raja Semarang - Surakarta ke arah timur sampailah kita di Bayudono. Tepatnya pada satu jalan beraspal ke kanan (selatan), bergerak mengikuti arah menuju ke Klaten kita akan tiba di desa Dukuh. Di desa inilah pada bagian kiri jalan terlihat sebuah pemandian yang unik, pemandian Umbul Pengging namanya. Jika diukur dari Boyolali, jaraknya 12 Km. Atau ditempuh dari Kota Surakarta berjarak 17 Km ke barat. Konon, menurut ceritera tempat ini pada jaman dahulu digunakan sebagai pemandian bagi raja-raja dari Kasunana Surakarta beserta keluarganya. Maka di tempat ini pula dilengkapi tempat peristirahatan yang dibangun persis di tepi kolam pemandian. Akan tetapi, pada masa sekarang seiring dengan bergulirnya waktu serta dikuranginya peranan keraton terhadap aspek kehidupan masyarakat umumnya, maka tempat ini tidak lagi menjadi milik raja melainkan untuk umum. Hak pengelolaannya juga beralih ketangan Pemerintah Kabupaten Boyolali. </p>
<p>Kini di hari-hari libur pemandian ini banyak dikunjungi para wisatawan. Pada hari Padusan menjelang bulan puasa yaitu pada tanggal 29 dan 30 Ruwah, wisatawan yang berkunjung ke sini mencapai puluhan ribu. Padusan berasal dari kata "adus" yang berarti mandi adalah sebuah upacara tradisional penduduk daerah Surakarta dan sekitarnya. Upacara ini sudah menjadi acara rutin setiap tahun karena diyakini bahwa mandi di tempat tersebut orang menjadi suci dirinya sehingga ketika melakukan ibadah puasa tidak ada lagi hambatan dan beban. Suasana puasa akan terasa aman, tentram dan bersih dari segala perbuatan atau tindakan yang bertentangan dengan suara hati dan kepercayaannya. </p>
<p>Dengan demikian upacara ini cukup banyak mendapat perhatian yang besar tidak hanya dari Boyolali melainkan juga dari Kartasura, Surakarta, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Yogyakarta dan daerah-daerah lain. Obyek wisata Pemandian Umbul Pengging memberi nuansa tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung. Ketika menginjakkan kaki di pintu gerbang, suasana kesejukan alami segera terasa. Ada sebuah pohon besar persisi berada di depan pintu masuk. Pohon dengan daun-daunnya yang lebat itu menaungi sepenuh halaman masuk ke obyek yang sesungguhnya. dan begitu memasuki areal satu ini perasaan senang, gembira dan haru bercampur menyatu menjadi suatu kenikmatan yang tiada duanya. Hal ini didukung oleh tersedianya berbagai fasilitas yang ada didalamnya. Wisatawan yang ingin mandi atau berenang telah disediakan tiga buah kolam pemandian dengan air yang alami. Wisatawan yang ingin memancing bisa memanfaatkan dua buah kolam ikan sebagai arena pemancingan umum. Di sini pula ada lapangan tenis yang memiliki dua baan; tempat rekreasi untuk bermain anak-anak; tempat parkir kendaraan bermotor roda dua dan empat; tempat penitipan sepeda dan beberapa buah warung makan yang menyediakan masakan khas setempat seperti pecel lele dan welut goreng, serta panggung kesenian terbuka. Tiga kolam pemandian yang berada di dalam areal wisata ini adalah:</p>
<p>Umbul Penganten, menurut sejarah, pada jaman dahulu di pemandian ini terdapat dua buah umbul (sumber air alami). Suatu saat terjadi kunjungan Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X. Begitu melihat ada dua umbul yang letaknya sangat berdekatan, beliau bersabda sehingga kedua umbul tadi terpatri menyatu. Bersatulah kedua umbul ini kemudian diibaratkan sepasang mempelai yang hidup rukun menjadi satu. Akhirnya umbul tersebut diberi nama Umbul Penganten. </p>
<p>Umbul Ngabean, kolam ini pada jaman Sri Paduka Susuhunan Pakubuwana ke X khusus hanya dipergunakan untuk mandi keluarga. Raja Kasunanan Surakarta. Nama Ngabean sebetulnya berasal dari kata Ngabehi, pangkat penjaga kolam waktu lalu. Umbul Ngabean juga berpagar tembok berbentuk bulat dengan garis tengah sepanjang 26 meter, kedalaman 1,50 meter. Dilengkapi dengan aula, panggung, ruang ganti pakaian, toilet dan kamar mandi. </p>
<p>Umbul Duda, Kisah munculnya kata "duda" berawal dari ditemukannya seekor kura-kura (bulus dalam bahasa Jawa) berjenis kelamin jantan. Oleh karena tidak ada kura-kura yang lain baik sesama jantan maupun betina maka tempat di mana ia hidup diberi nama Umbul Duda. </p>
<p>kembali keatas</p>
<p>PEMANDIAN UMBUL TLATAR<br />
<img src="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/pemandian_tlatar.gif?w=390" alt="pemandian_tlatar" title="pemandian_tlatar"   class="alignnone size-full wp-image-54" /><br />
Pemandian Umbul Tlatar merupakan pemandian alam yang terletak di desa kebondimo Kecamatan Boyolali Kota atau 5 Km sebelah utara Kota Boyolali. Pemandian ini pada jaman dahulu pernah dikunjungi Sri Paduka Susuhunan Pakubuwono X dari Surakarta. Sebagai tandanya, raja Surakarta itu menanam sebuah asam di dalam kolam pemandian yang hingga kini masih ada. Berkunjung ke kawasan obyek wisata ini terasa nikmat. Selain mandi, para wisatawan dapat memanfaatkan waktu senggangnya untuk mempelajari seluk belum pemeliharaan ikan. Dan bagi mereka yang ingin membeli ikan tempat ini telah menyediakan ikan bibit dan ikan konsumsi untuk dibawa pulang ke rumah sebagai oleh-oleh. Air yang mengisi dua buah kolam pemandian bersumberkan air alami. Begitu juga kebutuhan air untuk kolam ikan dan minuman ternak berasal dari sumber yangs ama dengan kolam pemandian. Karena debit airnya yang besar, sumber air ini dimanfaatkan oloeh PDAM Boyolali untuk kehidupan masyarakatnya. Terutama untuk kebutuhan air minum, memasak, mencuci dan berbagai kebutuhan lain. Menurut rencana, di obyek wisata ini akan dibangun lagi kolam renang, dan akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lain sebagai daya tarik bagi wisatawan seperti lapangan tenis. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=52&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/02/24/pariwisata-waduk-kedungombo-boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/kedungombo1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kedungombo1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lutfiajip.files.wordpress.com/2009/02/pemandian_tlatar.gif" medium="image">
			<media:title type="html">pemandian_tlatar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/</link>
		<comments>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 06:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lutfiajip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=1&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lutfiajip.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lutfiajip.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lutfiajip.wordpress.com&#038;blog=6181239&#038;post=1&#038;subd=lutfiajip&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutfiajip.wordpress.com/2009/01/15/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a43253d39392f9776beb42ad2020aa4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lutfiajip</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
